Tampilkan postingan dengan label Ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibadah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Januari 2019

JADI KHATIB DI MALAYSIA HARUS BERSERTIFIKAT

Gus Yusuf; Ngaji Bebas Dimana-mana Kok Bilang Digencet, Jadi Khatib di Malaysia harus Bersertifikat

23 Januari 2019
Gus Yusuf ( sigijateng.id )

SIGIJATENG.ID, Kudus- Dewan Penasehat Barisan Santri Nasionalis KH Yusuf Chudlori menyatakan bahwa saat ini ada sekelompok masyarakat atau kelompok yang selalu mengembor-gemborkan umat Islam dipinggirkan, digencet (ditekan), dan dihalang-halangi dalam menjalankan ibadah. Kelompok ini juga senang menggembar-gemborkan soal kriminalisasi ulama.
“Kita ini ngaji bebas di mana-mana kaya gitu kok bilang digencet. Tidak ada negara yang dalam beragama sebebas di Indonesia. Rukun Islam semua difasilitasi di Indonesia. Salat tidak ada yang menghalangi. Mau pengajian bebas tanpa izin, cukup pemberitahuan saja,” kata KH Yusuf dalam acara Halaqoh Kebangsaan yang digelar Barisan Santri Nasionalis di Kudus (22/1/2019).
Acara Halaqoh Kebangsaan digelar di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Acara yang mengusung tema “Merawat Tradisi Menjaga NKRI” itu diawali dari Kudus, dan Blora pada Selasa (22/1). Acara serupa selanjutnya digelar di Sragen, Magelang, Kebumen, Batang, dan Kota Semarang.
Menurut Gus Yusuf, pemerintah Indonesia sangat menjamin pelaksanaan ibadah umat Islam di Indonesia. 800 ribu lebih masjid di Indonesia berdiri menjadikan Indonesia negara yang memiliki masjid terbanyak.
“Yang terdekat saja di Malaysia, khatib bisa naik mimbar Jumat harus ada sertifikat dari negara. Di Indonesia, siapa saja bisa, selama takmir masjidnya cocok bisa naik. Seperti ini masih bilang umat Islam tergencet. Katanya pemerintah anti Islam? Islam yang mana? ,” kata kiai asal Magelang ini.
Disisi lain, selaku Dewan Penasehat Barisan Santri Nasionalis KH Yusuf Chudlori mengatakan pemilihan Kudus sebagai titik awal berangkatnya perjuangan ini, karena pihaknya berharap berkahnya para aulia, masyayikh di Kudus.
Gus Yusuf menyatakan waktunya coblosan 17 April 2019 tinggal menghitung hari. Pada tanggal tersebut, akan ditentukan nasib Indonesia lima tahun ke depan
“Maka untuk itulah kami mengajak seluruh jajaran kiai, bu nyai, santri, untuk segera merapatkan barisan, bergerak sambut 17 April menangkan pak Joko Widodo,” sebut Ketua DPW PKB Jawa Tengah ini.
Acara Halaqoh juga menghadirkan  KH Ahmad Muwafiq. Gus Muwafiq pernah menjabat sebagai asisten pribadi KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Dalam tausiyahnya Gus Muwafiq banyak menuturkan kebiasaan dan tradisi orang Jawa yang berkaitan dengan agama Islam. (Aris/*)


Sabtu, 19 Januari 2019

SHOLAT ISYROQ



DUA ROKA'AT NILAINYA SAMA DENGAN HAJI DAN UMROH

Diedit ulang oleh
Sahroji,S.Pd.I

Sholat sunnah dua Roka'at yang satu ini nilai pahalanya sepadan dengan ibadah haji dan 'umroh, namun tidak menggugurkan kewajiban haji bagi seseorang yang telah wajib melaksanakan 'ibadah haji.

SHOLAT ISYROQ

Sholat Isyroq adalah adalah sholat sunnah dua roka'at, yang dilakukan di awal waktu Dhuha dan dilakukan dengan tidak berjama'ah.

Disebut sholat isyroq apabila memenuhi beberapa hal berikut:

1. Didahului dengan Sholat subuh,

2. Sholat subuhnya dilakukan dengan cara berjama'ah,

3. Sholat Jama'ahnya dilakukan di Masjid atau Musholla,

4. Usai sholat Subuh tetap berada di tempat sholat sambil melaksanakan dzikir.

Dzikir ini bisa dengan cara melaksanakan wirid, yakni membaca istighfar, tasbih, tahmid, takbir dan tahlil.

Dzikir juga bisa dengan cara bertadarrus al-Qur'an.

Dzikir juga bisa dilakukan dengan cara mengikuti Kajian Agama Islam.

Dzikir ini dilakukan hingga melewati terbit matahari (syuruq)

5. Setelah masuk waktu dhuha kemudian mengerjakan sholat sunnah isyroq dua roka'at, dengan membaca Surah Ad-Dhuha pada roka'at pertama, dan *Surah Al-Insyiroh* pada roka'at kedua,

5. Setelah itu kemudian berdo'a, memohon kepada Allah SWT.

Setidaknya ada dua Hadits yang menjadi dasar amalan ibadah ini, yaitu:

Pertama

عن أنس بن مالك -رضي الله عنه- قال:  قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم :"من صلى الغداة في جماعة، ثم قعد يذكر الله حتى تطلع الشمس؛ ثم صلى ركعتين؛ كانت له كأجر حاجة وعمرة....
قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: "تامة، تامة، تامة".. (رواه الترمذي)

Artinya:

Anas bin Malik Rodhiyalloohu 'Anhu, berkata: Rosuulullooh sholalloohu 'alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa sholat subuh berjama'ah, kemudian duduk, berdzikir kepada Allah SWT hingga terbit matahari, lalu sholat sunnah 2 (dua) roka'at, maka ia mendapat pahala haji dan umroh.

Kemudian Rosuulullooh saw melanjutkan sabdanya: *sempurna, sempurna, sempurna.*

(HR. At-Tirmidzi)

Kedua

و عن أبي أمامة -رضي الله عنه- قال : قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم :"من صلى صلاة الصبح في مسجدٍ ؛جماعةً؛  يثبت فيه حتي يصليَ سبحة، كان الضحى ، كأجر حاجٍ أو معتمرٍ تامٌ حجَّتُه وعمرته.(رواه الطبراني)

Artinya:

Abu Umamah Rodhiyalloohu 'Anhu berkata: Rosulullooh sholalloohu 'alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa sholat subuh di Masjid, secara berjama'ah, kemudian tetap berada disitu hingga sholat subkhah (sunnah), yakni setelah masuk waktu dhuha, berpahala sepadan dengan haji atau umroh, yang sempurna hajinya dan umrohnya.

(HR.Thobroni)

NIAT SHOLAT ISYROQ

Adapun niatnya, hampir sama dengan niat sholat dhuha, yaitu:

اصلي سنة الاشراق ركعتين مستقبل القبلة لله تعالى

Artinya:

Saya niat sholat sunnah isyroq, dua roka'at, menghadap kiblat, karena Allah

Hanya kepada Allah SWT kita berserah diri dan memohon Ridho Nya, semoga setetes ilmu ini bermanfa'at untuk kita semua, Aamiin...

SAHROJI,S.Pd.I

Calon Anggota
DPRD Provinsi Jawa Tengah
Usungan partai PKB
Daerah Pemilihan Kab.Brebes, Kab.Tegal dan Kota Tegal

Nomor Urut 11

Bila berkenan,
Monggo dishare....